Jumat, 18 Januari 2013
Taman nasional
Bali Barat sebagai kawasan pelestarian alam, dapat dimanfaatkan untuk kepentingan pendidikan, penelitian, rekreasi dan menunjang budidaya. Ciri khas Taman Nasional Bali Barat adalah terdapatnya burung jalak Bali (Leucopsar rothschildi) yang dapat hidup di alam bebas hanya di Taman Nasional Bali Barat. Secara Administratif Taman Nasional Bali Barat Berada di kabupaten Jembrana dan Buleleng Propinsi Bali. Diantara bulan Desember hingga Maret curah hujan di wilayah ini cukup tinggi.
Flora
Beberapa type vegetasi adalah Hutan mangrove didominasi oleh tumbuhan Bakau(Rhizophora sp), Savana lontar didominasi oleh tumbuhan lontar (Borassus flabelier), Hutan Hujan, hutan musim yang didominasi oleh tumbuhan Pilang(Acasia Leucophloea)
Fauna
Beberapa Satwa liar yang dapat diamati di Taman Nasional Bali Barat antara lain, Burung Jalak Bali (leucospar rothschildi), Banteng (Bos Javanicus), Kijang (Muntiacus Muntjak), Kancil (Tragulus Javanicus), Rusa (Cervus Timorensis), Kucing Hutan (Felis Bengalensis), Kera abu-abu (Macaca fascicularis), Kera Hitam (Presbytis Criscata), Jalak Putih (Stunus Melanopterus), Terucuk (Pycnonotus goiavier), Kepodang (Oriolus chinensis) Raja Udang (Halcyon Chloris).
Pantai Balangan
Wilayah pesisir di sepanjang jalur Pecatu – Uluwatu merupakan kawasan pantai berpasir putih yang tersembunyi terhalang oleh tebing-tebing yang menjulang tinggi yang menjadi ciri khas eksotisme pantai di wilayah ini.Pantai Balangan dapat ditempuh melalui perjalanan melewati kawasan Garuda Wisnu Kencana Hanya terdapat beberapa gelintir wisatawan yang terlihat di sini, mungkin karena lokasinya yang agak jauh dijangkau. Begitu juga warung-warungnya hanya beberapa buah saja. Pantainya berpasir putih dengan butiran kasar, dan di pesisir bibir pantai terdapat cukup banyak batu-batu kecil, jadi kalau jalan mesti hati-hati. Ombak yang besar tampaknya membuat sedikit orang untuk berani mandi di sini, dan tampaknya lebih banyak wisatawan yang bermain surfing di tengah laut. Pengunjung lebih banyak hanya menikmati pantai dengan berfoto-foto atau membuat rekaman video. Pantai Balangan adalah salah satu view point untuk menyaksikan eksotisme matahari terbenam, dari sudut capture yang berbeda.
Taman Ayun
adalah sebuah kompleks Pura yang sangat besar, terletak di Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Bali, kurang lebih 18 km dari jantung Kota Denpasar. Setelah kita melewati pintu masuk, taman luas yang terawat baik menyambut kedatangan, dengan rumput hijau yang benar-benar indah, tapi sayangnya pada saat hari panas hal ini dapat menjadi sangat berat karena tidak terdapat pohon-pohon besar untuk memberikan keteduhan di taman ini. Ketika kita mencari keteduhan, taman bagian belakang adalah jawabannya. Akan sangat menyenangkan sekali untuk berjalan-jalan di jalan bebatuan di bawah pohon-pohon besar ditemanani oleh suara burung-burung yang sedang bernyanyi.
Pulau Penyu
adalah sebuah pulau kecil dibalik hingar-bingarnya olah raga pantai di Tanjung Benoa, Nusa Dua, Bali.
Pulau ini memiliki keunikan tersendiri karena di sini dilakukan penangkaran dan pelestarian beberapa jenis penyu. Jumlah populasi penyu yang ditangkarkan mencapai 30ekor. Dari yang masih berupa telor yang menjalani masa penetasan, sampai penyu besar yang berusia 65 tahun.
Banyak wisatawan menaruh minat yang besar untuk berkunjung ke pulau ini. Dengan menumpang Boat selama lima belas menit kita sudah sampai di Pulau ini.
Pulau memanjang seluas kurang lebih tiga hektar ini, lokasinya bersebelahan dengan Desa Benoa. Jarak tempuhnya bisa berbeda-beda tergantung dari pasang surutnya air laut. Pada saat air surut waktu tempuh bisa 25 menit. Sedangkan saat air pasang
hanya 15 menit.
Tampak Siring – Pura Tirta Empul
Tampak Siring, nama desa yang ada di kabupaten Gianyar. Jika anda dari airport Denpasar, maka anda perlu waktu satu jam lima belas menit untuk ke tempat wisata ini dengan mobil. Tampak Siring juga memliki nama lain yang banyak orang tahu yaitu Tirta Empul.irta Empul adalah nama sebuah pura yang terletak di desa Tampak Siring dan pura inilah yang banyak dikunjungi para wisatawan, baik dari manca negara maupun wisatawan domestik. Di pura ini terdapat mata air dan juga di gunakan oleh masyarakat pemeluk agama Hindu untuk permandian dan memohon tirta suci.
Untuk jalur pariwisata di Bali, desa Tampak Siring digunakan sebagai jalur persinggahan wisatawan yang telah berkunjung ke daerah wisata Ubud menuju ke danau Batur. Selain pura, di tempat wisata ini terdapat istana kepresidenan yang didirikan oleh presiden pertama Indonesia, IR Soekarno sebagai tempat peristirahatan beliau saat berkunjung ke Bali.
Jika anda berkunjung ke Bali, sebaiknya anda meluangkan waktu untuk datang ke kawasan wisata ini dan berkunjung ke istana presiden. Banyak pengalaman dan hal baru yang akan anda ketahui jika anda berwisata ke pura Tirta Empul.
Goa Gajah Bali – Objek Wisata Di Bali Yang Patut Di Kunjungi.
Goa Gajah terletak di sebelah barat Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar. Jaraknya sekitar 26 km dari kota Denpasar. Lokasi tepatnya goa ini adalah di tepi jurang dan merupakan pertemuan dari sungai kecil di desa tersebut.Diduga kata Goa Gajah berasal dari kata “ Lwa Gajah”, yang berarti wihara tempat pemujaan para Bhiksu umat beragama Budha. Pada lontar Negarakertagama yang disusun oleh Mpu Prapanca pada tahun 1365 M terdapat nama tersebut. Sedangkan kata “ Lwa “ berarti sungai. Maka disimpulkan menjadi pertapaan yang terletak di tepi sungai.
Dari areal parkir menuju Goa Gajah, wisatawan harus menuruni tangga menuju Goa Gajah. Tempat ini dikelilingi pepohonan hijau yang rindang, sehingga suasananya sangat sejuk dan asri. Menurut petugas yang menjaga obyek wisata ini, pepohonan tersebut sudah berusia ratusan tahun. Komplek Goa Gajah secara keseluruhan dapat dilihat dari tangga. Sesampai di bawah akan terdengar gemericik suara air yang mengalir dari pancuran arca. Bebatuan bekas bangunan yang dulunya hancur akibat gempa juga ditemukan di sekitar pancuran. Sedangkan Goa Gajah itu sendiri, letaknya tidak jauh dari pancuran arca tersebut.
Pintu masuk melalui mulut goa hanya cukup untuk 1 orang. Diluarnya terdapat ukir –ukiran dan 2 patung penjaga. Bagian dalam goa berbentuk huruf T dengan tinggi sekitar 2 meter dan lebar 2 meter. Bagian kiri dan kanan lorong juga terdapat ceruk yang mungkin pada jaman dahulu adalah tempat bertapa. Namun sekarang wisatawan dapat duduk maupun berbaring disana. Pada ujung barat lorong terdapat Arca Ganesha dan ujung timur lorong terdapat 3 lingga.
Selain itu disekitar goa juga terdapat patung petirtaan dengan tujuh patung widyadara–widyadari yang sedang memegang air suci. Total patungnya ada tujuh yang merupakan symbol dari tujuh sungai di India, dimana tempat kelahiran agama Hindu dan Budha.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)






test
BalasHapus